Sungai Raya– Lembaga penelitian dan pengabdian kepada masyarakat (LP2M) Universitas Tanjungpura (Untan) Pontianak bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan BPDP – KS menggelar workshop percepatan sertifikasi sawit berkelanjutan bagi masyarakat Petani di Hotel Dangau Kubu Raya, kamis 29 Februari 2024.
Workshop yang digelar berdasarkan hasil penelitian ini dibuka langsung Pj Bupati Kubu Raya serta dihadiri Ketua DPRD KKR, Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan dan berbagai pihak terkait.
Ketua Tim Peneliti, Dr. Erdi menyampaikan bahwa penelitian terkait sertifikasi sawit berkelanjutan di masyarakat ini telah dilakukan selama dua tahun di daerah Kalimantan Barat dan Provinsi Riau, yang melibatkan peneliti dan akademisi di Provinsi Riau.
Di Kalbar, pihaknya berfokus melakukan penelitian di tiga Kabupaten, yakni Kabupaten Kubu Raya, Kabupaten Sanggau, dan Kabupaten Ketapang.
Ia menerangkan saat ini, jumlah kebun kelapa sawit mandiri masyarakat di Indonesia sangat besar, namun masih sangat banyak yang belum mensertifikasi kebunnya.
Penelitian ini diawali dari kecilnya angka sertifikasi kebun kelapa sawit milik petani di luar Inti dan Plasma, Petani yang melakukan sertifikasi kebun itu baru sekitar 7 persen dari luas kebun Sawit di Indonesia. Melalui penelitian ini, “Harapannya ada produk hukum yang dihasilkan minimal ada peraturan bupati. Kalau bisa, ada peraturan daerah,” harapnya.







